Text
Sirnanya komunikasi empatik : krisis budaya komunikasi dalam masyarakat kontemporer
Apakah komunikasi empatik itu?
Komunikasi gaimanakah komunikasi empatik diterapkan dalam kehidupan? Apakah
tanda-tanda dari mulai terancamnya kemampuan komunikasi empatik da- lam kehidupan publik? Pertanyaan ini merupakan hal pa- ling awal yang harus dijawab untuk mendudukkan konteks buku ini dalam masyarakat Indonesia mutakhir.
Kendala utama bagi komunikasi antarpersona lain adalah kecenderungan alami kita untuk menghakimi, menilai, menyetujui atau membantah pernyataan orang lain atau-pun pernyataan kelompok. Kegagalan komunikasi, antara lain, karena kurangnya kemampuan mendengarkan de-ngan empati.
Inilah buku pertama yang mengupas secara tajam be- berapa contoh peristiwa komunikasi yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan mulai sirnanya kapasitas kita dalam berkomunikasi secara em- patik. Sederatan kasus masih bisa dibentangkan dan se- bagai contoh ia masih bisa dikaji secara kritis. Apakah kita sudah mulai membangun komunikasi tanpa kekerasan, komunikasi yang dilandasi kepedulian yang mendalam terhadap semua orang, tanpa memandang latar belakang ekonomi, pendidikan, budaya, etnis, agama, atau bangsa yang menjadi landasan komunikasi empatik?
"Hanya dengan Komunikasi empatiklah, wajah budaya komunikasi kita di masa depan akan lebih manusiawi. Komunikasi empatiklah yang bisa membuat kita hidup da- lam suasana keprihatinan dan kepedulian untuk meng- hadapi wacana kekerasan dan kekerasan wacana yang ma- sih menghiasi dunia komunikasi di dunia." (Idi Subandy Ibrahim)
Tidak tersedia versi lain