Text
Membangun Kembali Jati Diri Bangsa: Peran Penting Karakter dan Hasrat untuk Berubah
Materi ini sangat bagus dan memberikan pencerahan terhadap sesuatu yang hilang! (Nilai-nilai). Menyentuh rasa/kalbu yang paling dalam untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan. Uraian Pak Soemarno menggugah saya untuk lebih banyak berbuat yang bermanfaat terutama keteladanan. (Forum Widyaiswara Tingkat Nasional, 11 Agustus 2006)
Bagus sekalil Kita perlu membangun jati diri dari lingkungan terkecil, agar bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang berharga di mata dunia internasional Sehingga Indonesia dapat dikenal karena jati diri bangsanya yang bermoral, berakhlak, dan berbudi luhur. (Dharmawanita MANADO, 14 November 2006)
Materi yang sangat menarik dan esensial untuk ditumbuhkembangkan dan disebarluaskan. Jati diri bangsa tidak akan diperoleh jika karakter bangsa itu tidak dimulai dari karakter individual. Guru sebagai agent pembelajaran dapat menumbuhkan karakter individu siswa (Lembaga Pengkajian Mutu Pendidikan/LPMP, Surabaya, 3 Juli 2006)
Saya sangat meyakini bahwa konsepsi "Character Building" yang didasarkan pada kesadaran terhadap esensi keberadaan kita sebagai manusia harus digalakkan dan diwujudkan dengan cara mencari metode pelatihan yang tepat. Sebagai suatu instansi Bank Indonesia harus secara terstruktur mengadopsi pelatihan ini sebagai bagian dari leadership building Bank Indonesia juga harus punya alat pantau agar efektivitas pelatihan dapat diukur dan mencari metode yang lebih baik bila hasilnya belum optimal (SESPIBI Angkatan XXVI, Sukabumi 17-21 Februari 2004)
Dapat memberikan pencerahan untuk menanamkan karakter guna membangun jati diri (keterpurukan masih melanda bangsa ini). Karakter akan menentukan masa depan, karakter korelasi signifikan dengan pikiran ucapan, perbuatan, dan kebiasaan. Jika kelima unsur tersebut baik masa depan akan baik
(UNSRAT MANADO, 15 November 2006)
Tidak tersedia versi lain