Text
Satu Pria Dua Wanita
Saat kita mulai tertarik pada pembahasan tentang masalah ketuhanan atau makna hidup, kita sering kepentok. Buku-buku filsafat yang rata-rata tebal, gaya bahasa yang berbelit-belit, pilihan kata yang keren tapi susah dipahami, dan setumpuk momok lainnya siap menghantui kita. Akhirnya, kita pun menyerah...
Memang, tak seharusnya buku-buku filsafat disajikan dalam bentuk yang dikhususkan untuk para filosof saja. Seharusnya, ia juga disajikan dalam menu yang lezat, yang dapat disantap oleh semua kalangan. la harus renyah dan garing, agar kita tak perlu terlalu sering mengernyitkan dahi sehingga menjadi guratan yang menambah koleksi tanda-tanda penuaan di dahi kita.
Tidak tersedia versi lain