Text
Sajak-Sajak Anak Matahari: Dua Kumpulan Sajak
AJIP ROSIDI
Mulai masuk ke dalam dunia sastra dengan menulis sajak, kemudian cerita pendek, esai, kritik, drama dll. Kumpulan sajaknya yang pertama Pesta (1956), disusul kemudian dengan Ketemu di Jalan (1956, bersama S.M.Ardan dan Sobron Aidit), Cari Muatan (1956), Surat Cinta Enday Rasidin (1960), Jante Arkidam (bahasa Sunda, 1967), Jeram (1970) dan Ular dan Kabut (1973). la memperoleh hadiah sastra untuk puisi dari Badan Musyawarat Kebudayaan Nasional (1955-1956). Sajak-sajak-nya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris, Perancis, Belanda, Hindi, Jepang, Rusia, Cina, dll, Ia menjadi Direktur Pustaka Jaya (sejak 1971), Ketua Dewan Kesenian Jakarta (1973-1981), dan Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (1973-1979), di samping memimpin Proyek Penelitian Pantun dan Folklor Sunda (sejak 1970).
SAJAK-SAJAK ANAK MATAHARI, kumpulan sajaknya yang ketujuh, ditulis di tengah kesibukan pekerjaan administrasinya sehari-hari, merupakan tahap perkembangan kejiwaan yang baru. Suasana keagamaan yang akrab, membukakan dimensi pengalaman rohani yang lain, ditulis dalam sajak-sajak pendek yang menyaran, Ilustrasi yang dibuat Oesman Effendi memperkuat suasana yang bening itu.
Tidak tersedia versi lain