Text
PARADIGMA BARU PEMBELAJARAN
Perubahan paradigma suatu hal yang tidak dapat dirawar-tawar lagi dalam proses pembelajaran, selama ini paradigma pembelajaran adalah pembentukan perilaku (behaviorisme) dan hasilnya belum memuaskan. Behaviorisme mempercayai bahwa perilaku sebagai petunjuk tujuan, sementara konstruktivisme mempercayai bahwa setiap individu dapat memaknai kehidupannya di dunia nyata. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep atau kaidah yang siap diterima dan diingat oleh peserta didik. Peserta didik harus mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Peserta didik perlu dibiasakan untuk memunculkan ide-ide baru, memecahkan masalah, dan menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. Belajar terstruktur tidak merupakan suatu tugas, tetapi meminta peserta didik mempergunakan piranti secara aktual dalam situasi dunia nyata dan aktif mempelajari masalah-masalah serta berfikir reflektif. Dalam ide- ide konstruktif, belajar harus dilaksanakan secara otentik dan berpusat pada "masalah" atau "teka teki" yang dirasakan oleh peserta didik. Biarkan peserta didik mengkonstruksi sendiri pengetahuannya. Pembelajaran saat ini setidaknya menggeser paradigma dari pembelajaran yang berdasar kacamata pengajar (teacher centered) menjadi pembelajaran yang berdasarkan kacamata peserta didik (student centered). Sebagai paradigma baru, guru bukan lagi yang harus menguasai kelas sebagai aktor, tetapi peserta didik yang lebih berperan sebagai aktor dalam belajar.
Tidak tersedia versi lain