Text
90 Menit Bersama Sokrates
Seratus tahun setelah kelahirannya, filsafat mencapai titik puncak perkembangan dengan munculnya Sokrates. Si "buruk rupa" mu menghabiskan waknumya untuk berbicara tentang filsafat di jalanan Athena hingga tak ada waktu lagi baginya untuk menuliskan apapon yang ia ucapkan. Dengan pertanyaan-pertanyaannya yang tajam, ia memperkenalkan metodenya yang terkenal dengan istilah dialektik. Metode inilah yang menjadi pendahulu logika Aristoteles. Metode ini pulalah yang ia gunakan untuk menyerang omong kosong lawan-lawannya untuk sampai pada kebenaran. Sokrates percaya bahwa jauh lebih baik kita bertanya tentang diri kita sendiri daripada dunia di luar kita. Sokrates menempatkan nalar sebagai landasan filsafat, la percaya bahwa hanya dengan pemikiran, bukan dengan indera, kita dapat memahami dunia. Sokrates harus mengakhiri hidupnya dengan tragis. Dengan tuduhan murtad dan "meracuni" kaum muda, ia pun dihukum mati. Semangkuk racun ditenggaknya dan berakhirlah hidupnya.
Dalam bukunya ini, Paul Strathern memberikan penjelasan yang jernih beserta pengetahuan yang mendalam atas hidup dan gagasan Sokrates, serta menjelaskan bagaimana semuanya itu mempengaruhi perjuangan kita, manusia, untuk mengerti keberadaan kita di dunia. Dalam buku ini terdapat pula cukilan karya-karya Sokrates terpilih, daftar singkat bacaan lanjutan bagi mereka yang ingin melangkah lebih jauh bersama Sokrates, serta kronologi kehidupan Sokrates baik dalam masa hidupnya maupun dalam perkembangan filsafat selanjutnya yang lebih luas.
Tidak tersedia versi lain