Text
Main-Main dengan Teks: Sembari Mengasah Potensi Kecerdasan Emosi
pembaca akan merasakan gairah penulisnya yang menyala-nyala terhadap kegiatan membaca dan menulis, bukan sekadar sebagai bekal bagi perluasan wawasan, atau peningkatan keterampilan, atau keberhasilan dalam karier, melainkan tak kurang dari sebagai kunci kebahagiaan hidup.
HAIDAR BAGIR
Setelah menulis beberapa buku yang mengesankan para pembacanya -seperti Mengikat Makna, Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza, Quantum Reading, Quantum Writing, Catatan Harian Sebulan Ramadhan, dan 7 Warisan Berharga penulis buku ini percaya sekali bahwa teks dapat memuat emosi. Bahkan, lebih jauh-lewat penelitiannya sendiri-Hernowo meyakini juga bahwa tulisan-tulisan yang melibatkan diri penulisnya akan mampu mengajak sang penulis untuk mengenali dirinya.
Buku ini, yang ditulis secara ringan dan cair, mencoba menawarkan paradigma- baru tentang kaitan teks dengan emosi. Meskipun cara penyampaiannya masih dalam bentuk eksperimental, tampak jelas upaya Hernowo untuk mengubah teks-teks yang kadang angker dan menakutkan menjadi teks- teks yang ramah dan menenteramkan. Hal ini bukan lantas berarti mendekati (atau dalam bahasa penulis "main-main" dengan) teks itu dapat dilakukan sembarangan atau tidak serius, malah, sebaliknya, keseriusan yang sangat akan tampil apabila kita dan teks sudah tidak berjarak dan teks menjadi layaknya sahabat yang menyenangkan.
Tidak tersedia versi lain