Text
Islam Pribumi : Mendialogkan Agama Membaca Realitas
Kontekstual, toleran, menghargai tradisi, progresif, dan membebaskan. itulah lima karakter Islam Pribumi yang ditawarkan oleh para penggagasnya di dalam buku ini.
Buku ini meneropong realitas keindonesiaan dan mendialogkannya dengan berbagai isu yang muncul di tengah masyarakat. Dengan mengangkat masalah masalah aktual, buku ini menjadi bacaan populer yang bernuansa reflektif untuk melihat kembali makna keberagamaan kita di tengah kompleksitas masalah keindonesiaan. Dari sini kita bisa bertanya kembali, seberapa jauh keberagamaan kita mampu berperan dalam mewujudkan kehidupan wang lebih baik di tengah realitas keseharian. Dari permenungan ini, mungkin kita akan menemukan semangat keberagamaan baru yang lebih maslahah bagi sesama.
"Kaum cendekiawan muda Islam, yang pikiran-pikirannya diungkapkan dalam tulisan yang dihimpun dalam buku ini, adalah tanda zaman, bahwa pemikiran Islam itu akan tetap hidup dalam dunia yang berubah. Mereka ini telah mewakili arus baru pemikiran Islam, yang kini sering diberi label tentang munculnya kembali Islam Liberal atau kelompok Islam Progresif. Orang boleh ragu bahkan mencurigai tentang ada politik apa di belakang kemunculan anak-anak muda Islam yang kreatif ini. Tapi, bagi saya, yang tidak bisa ditolak bahwa mereka sesungguhnya adalah bagian dari perkembangan tradisi intelektual yang memang telah lama mendapat tempat untuk tumbuh dan berkembang di negeri muslim Indonesia ini. Dari topik pembicaraan sendiri, dialog Islam terbuka ini meliputi perbincangan yang peka dan menarik, karena mereka umumnya membahas substansi tentang penolakan teokrasi dan pelaksanaan syariah yang eksklusif, hak-hak orang non-muslim; kesetaraan perempuan dalam Islam, kebebasan berpikir, dan soal modernitas. Adapun keseluruhan dan semangat pemikiran mereka tidak lain karena kegelisahan intelektualnya, bagaimana meredefinisi konsep-konsep Islam yang kini telah diwarisi agar ditemukan kerangka baru kehidupan Islam yang lebih aktual."
Tidak tersedia versi lain