Text
Pembelajaran sebagai Proses Bimbingan Pribadi
Carl Rogers berpendapat bahwa pada hakekatnya seorang pendidik adalah seorang fasilitator. Ia memfasilitasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses pembelajaran. Seorang pendidik harus mampu membangun suasana belajar yang kondusif sehingga siswa mampu belajar mandiri (self-directed learning). Pendidik juga harus mampu menjadikan proses pembelajaran sebagai salah satu sumber yang penting dalam kegiatan eksplorasi. Sedangkan seorang Gallileo pernah menegaskan bahwa kita tidak dapat mengajarkan apa pun kepada seseorang. Kita hanya dapat membantu seseorang untuk menemukan sesuatu di dalam dirinya sendiri. Setiap manusia memiliki "self-hidden potential excellence" atau "mutiara terpendam". Tugas pendidikan adalah membantu untuk menemukan dan mengembangkannya.
Pendidikan sejati pada hakekatnya adalah suatu usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian peserta didik, baik di sekolah maupun di luar sekolah, dan dilanjutkan di dalam masyarakat. Tujuan utama pendidikan adalah aktualisasi diri. Kualitas manusia yang dihasilkan pendidikan adalah pribadi yang
- memiliki konsep diri yang positif,
- mempunyai identitas diri yang memadai,
- bertanggung jawab,
- terbuka akan pengalaman orang lain dan pengalaman baru,
- mampu beradaptasi,
- kreatif,
- mampu berelasi, dan
- memiliki nilai-nilai positif.
Tidak tersedia versi lain