"Cintamu kepada Salman salah alamat" "cintamu sendiri tidak kesasar?" "Keliru kalau Fani mengira Mbak masih mencintai Salman" "Jadi kamu sudah tidak mencintainya lagi tapi masih tidak rela perempuan lain memilikinya? Termasuk adikmu sendiri"
Rt, tiga tahun lalu aku pernah mengucap sumpah takkan pernah menari lagi. Namun ketika kangkonang dipukul diselingi tabuhan agung, petikan panting, dan alunan nada dari berbagao alat musik tradisional khas Banjar lainnya mulai dilantunkan, ada hasrat yang ikut menyentak jauh di lubuk batinku.
Sebagian besar penghuni neraka adalah kaum wanita. Kenapa? karena biasanya seorang wanita ketika sedang marah ia lupa berterimakasih kepada suaminya. Ia lupa semua kebaikan suaminya. Yang ada di benaknya hanyalah tindakan suami yang tidak menyenangkan hatinya.
Mana ya pisauku yang tajam" tanya Bi Iyem. Syamsu menunjuk. 'Bukan, Yang itu tumpul. Oh ya, baru kuingat, Pisauku itu ketinggalan di ruang tamu, Tapi, biar sajalah" Iyem tidak lupa, bahwa di ruang tamu terdapat Yulia, nyonya rumah, yang sedang asyik beroacaran dengan Musa. Padahal suami Yulia sedang bekerja.