Buku versi Yayasan Seribu Kunang-kunnang ini dimaksudkan untuk mengekplorasi sisi yang belum diungkapkan dari kedirian Umar Kaya. Harapan dari buku ini Masyarakat dapat mengapresiasi makna kehadiran Umar Kayam, selain melalui teks yang dihasilkannya, juga interaksinya yang signifikan dalam kehidupan di ruang publik.
TIGA anak muda yang bersekutu menyusun buku ini memang bukan orang-orang baru di dunia penulisan. Seno M. Hardjo, sejak kelas enam sekolah dasar sudah menulis sajak untuk majalah Kawanku. Ulasan musiknya pertama kali muncul di Suara Merdeka Semarang Setelah itu aktif menulis untuk banyak media torkemuka seperti Gadis Hai Vista Variasi Putra termasuk juga di harian Suara Pembaruan dan Kompas. Ta…