Ihya Ulumuddin atau menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama adalah adikarya imam Al-Ghazali Abul Ghafar Farsi, yang hidup sezaman dengan imam Al-Ghazali, mengatakan bahwa buku atau kitab seperti ihya belum pernah disusun sebelumnya.
Ketika seasangng insan mengikat janji atas nama Allah swt. untuk membina rumah tangga, saat itulah mereka merawat dan memupuk cinta, citra, dan cita.
Melihat tatanan kehidupan umat manusia, kita akan merasakan dominasi kaum laki-laki terhadap kaum perempuan. Selama berabad-abad perempuan ditempatkan sebagai the second human being (manusia kelas dua), yang berada di bawqah superioritas kaum laki-laki. Mereka dianggap tidak penting dan sekedar pelengkap yang diciptakan dari dan untuk kepentingan laki-laki.